5 Mei 2011

Berbagai Macam Obat Yang Diyakini Mampu Menyembuhkan HIV/AIDS

HIV/AIDS telah menjadi pandemi global bertahun-tahun dan hingga kini belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkannya. Berbagai penelitian obat HIV telah dilakukan dan diklaim sangat efektif untuk mencegah atau mengobati HIV/AIDS, bahkan berbagai pengobatan alternatif non medis juga sering dimuat di media massa, namun belum satupun yang benar-benar efektif dan konsisten.

Pada akhir 2009, salah satu penelitian di Thailand sempat memberi harapan besar akan ditemukannya vaksin HIV. Keberhasilannya sempat menggemparkan dunia, meski belakangan konsistensi hasil penelitian tersebut diragukan dan akhirnya dinyatakan gagal.

Berita terbaru justru datang dari Jerman yang secara tak terduga menyembuhkan pasien HIV dengan melakukan cangkok stem cell. Awalnya dokter Jerman melakukan cangkok (transplantasi) stem cell (tunas sel induk) ke pasien untuk mengobati kanker darah (leukemia). Tapi secara tak terduga cangkok ke pasien yang juga mengidap HIV itu malah menyembuhkan penyakit HIV-nya.

Beberapa penelitian tentang herbal dan obat yang pernah dilakukan dan diklaim mampu mencegah penularan HIV atau bahkan mengobatinya antara lain sebagai berikut:

1. Vaksin Rabies
Sebuah penelitian di Thomas Jefferson University, Philadelphia mengungkap bahwa vaksin rabies bisa mengatasi infeksi simian immunodeficiency virus (SIV). Virus tersebut hanya menyerang hewan, namun punya struktur yang sama dengan human immunodeficiency virus (HIV) pada manusia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Vaccine pada tahun 2009 itu sedianya akan mengembangkan vaksin rabies untuk mengatasi HIV. Namun hingga kini tidak banyak publikasi yang mengungkap perkembangannya.

2. Obat Jerawat
Awal tahun lalu, para ahli dari Johns Hopkins University menguji coba keampuhan sebuah antibiotik untuk membuat HIV tidak aktif sehingga tidak bisa menggandakan diri. Jenis antibiotik yang digunakan sama seperti yang digunakan untuk mengobati jerawat yakni minocycline.

(dipublikasikan dalam Journal of Infectious Diseases edisi 15 April 2010)

3. Rumput laut
Sebuah penelitian yang dimuat di Wall Street Journal awal tahun 2002 mengungkap bahwa rumput laut bermanfaat untuk mencegah penularan infeksi menular seksual termasuk HIV. Kandungan berkhasiatnya adalah semacam jeli yang dinamakan carraguard, yang dihasilkan oleh jenis rumput laut merah.

Ketika itu uji preklinis pada binatang menunjukkan hasil positif, namun tidak banyak diketahui bagaimana hasilnya ketika jeli tersebut diberikan dalam uji klinis terhadap pada 6 ribu partisipan wanita.

4. Sari nanas
Baru-baru ini Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan dari Swiss-German University, BSD Tangerang meneliti manfaat nanas untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada pengidap HIV. Enzim brobelain pada nanas diklaim bisa meningkatkan CD4 (komponen kekebalan tubuh) dari sekitar 150 sel/ul menjadi 650-720 sel/ul (normal 410-1.100 sel/ul).

Dalam penelitian tersebut Maruli hanya melibatkan 3 pasien HIV positif sebagai partisipan, namun awal tahun 2011 ia akan melakukan penelitian yang lebih besar dengan jumlah partisipan 50 orang yang dijaring dari sejumlah Puskesmas di DKI Jakarta.

5. Ramuan Herbal dari Sukoharjo, Jawa Tengah
Berawal dari keprihatinan terhadap nasib para ODHA (pengidap HIV/AIDS), selama 4 tahun , Hendra Yauew (perajin herbal Sukoharjo) giat melakukan penelitian untuk mencarikan obat bagi mereka. Penelitian tak kenal lelah itu pun akhirnya membuahkan hasil, karena, sebuah formula khusus sudah ditemukannya sebagai alternatif penyembuhan bagi penderita HIV/AIDS.

Selain bahan-bahannya diambil dari berbagai tanaman liar di sekitar rumah, cara pembuatan obat ini pun sangat sederhana. Pertama, ambil tanaman obat yang diperlukan, seperti temu lawak, sambiloto, daun pejagan dan sebagainya. Lalu ambil daunnya dan keringkan. Setelah kering, berbagai bahan tersebut langsung dicampur dan digiling. Hasil gilingan berupa serbuk inlah yang kemudian dimasak dan dijadikan bahan pembuatan obat untuk penderita HIV/AIDS.

Sebelum diujicoba pada para penderita HIV/aids, Hendra pun menghubungi pihak-pihak terkait untuk meneliti obat temuannya. Hasilnya, selain rekomendasi dalam Balai Pengawasan Obat dan Makanan, obat tersebut juga dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh Universitas Gajahmada Yogyakarta, setelah melakukan uji toksisitas.

Namun, Hendra mengakui, cara kerja obat ini hanya mengembalikan kekebalan tubuh penderita HIV/Aids agar tidak mudah terserang penyakit dan bukan membunuh virus HIV/Aids. Meski begitu, sejumlah ODHA mengakui terus mengalami perkembangan membaik setelah mengkonsumsi obat ini, seperti dikemukakan seorang ODHA dari Wonogiri dan Jakarta.

Karena belum mampu membunuh virusnya, hendra mengaku, akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan khasiat obat temuannya. Ia berharap, para penderita HIV/Aids tidak lagi pesimis dalam menghadapi hidup dengan penyakit yang dideritanya, karena, masih ada harapan untuk sembuh seperti sediakala.

6. Habbatussauda' (Jinten Hitam)
Memang belum ada penelitian ilmiah mengenai obat ini, akan tetapi salah satu metode pengobatan yang dianjurkan oleh Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam adalah dengan obat alami Habbatus Sauda’. Dalam Hadits dijelaskan semua penyakit dapat disembuhkan dengan habbatussauda' kecuali kematian. Berikut ini adalah pembahasannya :

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Dalam Habbatus Sauda’ ada obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Ibnu Syihab (seorang rawi hadits ini) mengatakan : “as-Saam adalah kematian, dan Habbatus [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda’, Hadits no. 5688]

Dari `Aisyah radhiyallahu `anha, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Aku berkata (Perawi hadits ini, yakni Kholid bin Sa’ad): “apa itu as-Saam?” dijawab (yakni oleh Ibnu Abi Atiq): “Kematian”. [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda’, Hadits no. 5687]

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam Habbatus Sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali as-Saam (kematian)” [HR. Muslim, dalam Kitab as-Salaam, bab at-Tadawi bil Habbatis Sauda’. Hadits no. 2215]

Nama lain dari hebal alami Habbatus Sauda` adalah Nigella Sativa, al-Karawiyyah as-Sauda’, al-Kamoun al-Aswad, asy-Syuniz, black cumin, kerosene, coal oil, carazna.

Akan tetapi menurut penjelasan Syaikh Utsaimin Habbatussauda' adalah sebab kesembuhan, dimana sebab kesembuhan itu bisa saja tidak menghasilkan akibat berupa kesembuhan karena suatu penghalang. Mengenai hal ini dapat dicari artikelnya di http://gsalaf.com.


Semoga artikel ini bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar