Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

15 Mei 2011

Nilai Gizi Berbagai Makanan Seafood

Yang perlu diketahui tetapi jarang dilakukan oleh banyak orang sebelum menyantap makanan seafood atau makanan olahan dari laut adalah nilai gizinya. Dari Nugget Nila Merah, Dendeng Lumat ikan Kambing-kambing, Bandeng Presto, Bandeng Pindang, dan makanan-makanan lain mempunyai kadar air, protein, abu, dan lemak yang berbeda. Hal ini bergantung pada proses pengolahan dan bahan baku masakan.

Salah satu masakan yang memiliki kadar protein cukup besar adalah Simping kering, yaitu dengan kadar protein 71,11%.

Anda dapat melihat daftar nilai gizi berbagai masakan seafood di situs Bprp2b.kkp.go.id, atau linknya di http://www.bbrp2b.kkp.go.id/nilaigizi/.

Semoga bermanfaat.




5 Mei 2011

Berbagai Macam Obat Yang Diyakini Mampu Menyembuhkan HIV/AIDS

HIV/AIDS telah menjadi pandemi global bertahun-tahun dan hingga kini belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkannya. Berbagai penelitian obat HIV telah dilakukan dan diklaim sangat efektif untuk mencegah atau mengobati HIV/AIDS, bahkan berbagai pengobatan alternatif non medis juga sering dimuat di media massa, namun belum satupun yang benar-benar efektif dan konsisten.

Pada akhir 2009, salah satu penelitian di Thailand sempat memberi harapan besar akan ditemukannya vaksin HIV. Keberhasilannya sempat menggemparkan dunia, meski belakangan konsistensi hasil penelitian tersebut diragukan dan akhirnya dinyatakan gagal.

Berita terbaru justru datang dari Jerman yang secara tak terduga menyembuhkan pasien HIV dengan melakukan cangkok stem cell. Awalnya dokter Jerman melakukan cangkok (transplantasi) stem cell (tunas sel induk) ke pasien untuk mengobati kanker darah (leukemia). Tapi secara tak terduga cangkok ke pasien yang juga mengidap HIV itu malah menyembuhkan penyakit HIV-nya.

Beberapa penelitian tentang herbal dan obat yang pernah dilakukan dan diklaim mampu mencegah penularan HIV atau bahkan mengobatinya antara lain sebagai berikut:

1. Vaksin Rabies
Sebuah penelitian di Thomas Jefferson University, Philadelphia mengungkap bahwa vaksin rabies bisa mengatasi infeksi simian immunodeficiency virus (SIV). Virus tersebut hanya menyerang hewan, namun punya struktur yang sama dengan human immunodeficiency virus (HIV) pada manusia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Vaccine pada tahun 2009 itu sedianya akan mengembangkan vaksin rabies untuk mengatasi HIV. Namun hingga kini tidak banyak publikasi yang mengungkap perkembangannya.

2. Obat Jerawat
Awal tahun lalu, para ahli dari Johns Hopkins University menguji coba keampuhan sebuah antibiotik untuk membuat HIV tidak aktif sehingga tidak bisa menggandakan diri. Jenis antibiotik yang digunakan sama seperti yang digunakan untuk mengobati jerawat yakni minocycline.

(dipublikasikan dalam Journal of Infectious Diseases edisi 15 April 2010)

3. Rumput laut
Sebuah penelitian yang dimuat di Wall Street Journal awal tahun 2002 mengungkap bahwa rumput laut bermanfaat untuk mencegah penularan infeksi menular seksual termasuk HIV. Kandungan berkhasiatnya adalah semacam jeli yang dinamakan carraguard, yang dihasilkan oleh jenis rumput laut merah.

Ketika itu uji preklinis pada binatang menunjukkan hasil positif, namun tidak banyak diketahui bagaimana hasilnya ketika jeli tersebut diberikan dalam uji klinis terhadap pada 6 ribu partisipan wanita.

4. Sari nanas
Baru-baru ini Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan dari Swiss-German University, BSD Tangerang meneliti manfaat nanas untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada pengidap HIV. Enzim brobelain pada nanas diklaim bisa meningkatkan CD4 (komponen kekebalan tubuh) dari sekitar 150 sel/ul menjadi 650-720 sel/ul (normal 410-1.100 sel/ul).

Dalam penelitian tersebut Maruli hanya melibatkan 3 pasien HIV positif sebagai partisipan, namun awal tahun 2011 ia akan melakukan penelitian yang lebih besar dengan jumlah partisipan 50 orang yang dijaring dari sejumlah Puskesmas di DKI Jakarta.

5. Ramuan Herbal dari Sukoharjo, Jawa Tengah
Berawal dari keprihatinan terhadap nasib para ODHA (pengidap HIV/AIDS), selama 4 tahun , Hendra Yauew (perajin herbal Sukoharjo) giat melakukan penelitian untuk mencarikan obat bagi mereka. Penelitian tak kenal lelah itu pun akhirnya membuahkan hasil, karena, sebuah formula khusus sudah ditemukannya sebagai alternatif penyembuhan bagi penderita HIV/AIDS.

Selain bahan-bahannya diambil dari berbagai tanaman liar di sekitar rumah, cara pembuatan obat ini pun sangat sederhana. Pertama, ambil tanaman obat yang diperlukan, seperti temu lawak, sambiloto, daun pejagan dan sebagainya. Lalu ambil daunnya dan keringkan. Setelah kering, berbagai bahan tersebut langsung dicampur dan digiling. Hasil gilingan berupa serbuk inlah yang kemudian dimasak dan dijadikan bahan pembuatan obat untuk penderita HIV/AIDS.

Sebelum diujicoba pada para penderita HIV/aids, Hendra pun menghubungi pihak-pihak terkait untuk meneliti obat temuannya. Hasilnya, selain rekomendasi dalam Balai Pengawasan Obat dan Makanan, obat tersebut juga dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh Universitas Gajahmada Yogyakarta, setelah melakukan uji toksisitas.

Namun, Hendra mengakui, cara kerja obat ini hanya mengembalikan kekebalan tubuh penderita HIV/Aids agar tidak mudah terserang penyakit dan bukan membunuh virus HIV/Aids. Meski begitu, sejumlah ODHA mengakui terus mengalami perkembangan membaik setelah mengkonsumsi obat ini, seperti dikemukakan seorang ODHA dari Wonogiri dan Jakarta.

Karena belum mampu membunuh virusnya, hendra mengaku, akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan khasiat obat temuannya. Ia berharap, para penderita HIV/Aids tidak lagi pesimis dalam menghadapi hidup dengan penyakit yang dideritanya, karena, masih ada harapan untuk sembuh seperti sediakala.

6. Habbatussauda' (Jinten Hitam)
Memang belum ada penelitian ilmiah mengenai obat ini, akan tetapi salah satu metode pengobatan yang dianjurkan oleh Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam adalah dengan obat alami Habbatus Sauda’. Dalam Hadits dijelaskan semua penyakit dapat disembuhkan dengan habbatussauda' kecuali kematian. Berikut ini adalah pembahasannya :

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Dalam Habbatus Sauda’ ada obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Ibnu Syihab (seorang rawi hadits ini) mengatakan : “as-Saam adalah kematian, dan Habbatus [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda’, Hadits no. 5688]

Dari `Aisyah radhiyallahu `anha, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Aku berkata (Perawi hadits ini, yakni Kholid bin Sa’ad): “apa itu as-Saam?” dijawab (yakni oleh Ibnu Abi Atiq): “Kematian”. [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda’, Hadits no. 5687]

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam Habbatus Sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali as-Saam (kematian)” [HR. Muslim, dalam Kitab as-Salaam, bab at-Tadawi bil Habbatis Sauda’. Hadits no. 2215]

Nama lain dari hebal alami Habbatus Sauda` adalah Nigella Sativa, al-Karawiyyah as-Sauda’, al-Kamoun al-Aswad, asy-Syuniz, black cumin, kerosene, coal oil, carazna.

Akan tetapi menurut penjelasan Syaikh Utsaimin Habbatussauda' adalah sebab kesembuhan, dimana sebab kesembuhan itu bisa saja tidak menghasilkan akibat berupa kesembuhan karena suatu penghalang. Mengenai hal ini dapat dicari artikelnya di http://gsalaf.com.


Semoga artikel ini bermanfaat.

Rumput Laut Dapat Diolah Menjadi Dodol

Penduduk Kepulauan Seribu sering membuat panganan berbahan baku rumput laut yang tentunya mudah di dapat sisekitar mereka, yaitu manisan dan dodol. Untuk membuat manisan lebih mudah. Manisan dibuat denngan memotong-potong rumput laut pendek-pendek lalu ditambahkan gula pasir beserta pewarna (pasta pandan).

Sedangkan cara pembuatan dodol rumput laut sedikit lebih rumit.  Berikut proses pembuatannya :

1. Rumput laut dicuci dan direndam selama beberapa hari lalu dijemur hingga kering,
2. Setelah kering, rumput laut direbus lagi dalam larutan gula pasir hingga hancur dan larut.
3. Setelah larut, adonan dicampur dengan tepung dan pasta pandan kemudian dipanaskan lagi untuk memperoleh tekstur rumput laut yang agak kenyal,
4. Adonan yang telah menjadi dodol kemudian diiris-iris dan dikeringkan di bawah sinar matahari lalu dodol siap dikemas.

Thanks to : uun-halimah.blogspot.com/2011/05/dodol-rumput-laut.html

24 Apr 2011

Teknologi Pembersih Laut Buatan Indonesia

Tim peneliti Indonesia berhasil mengembangkan teknologi bioremedial yang bisa berguna untuk mengatasi pencemaran di laut. Teknologi tersebut berupa kultur bakteri yang akan menyerap bahan pencemar.

Teknologi terbaru ini diperkenalkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad pada acara temu nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara  pada Juni 2010 lalu.

Selain diterapkan di laut, teknologi bioremedial juga dapat diterapkan di daerah genangan lumpur Lapindo. Bakteri-bakteri yang dibudidayakan bisa memisahkan lumpur dan air sehingga dapat menjernihkan dan menteralkan genengan lumpur tersebut.

Edison Effendi, salah seorang peneliti bioteknologi dan teknik lingkungan menjelaskan bahwa mikroorganisme tersebut saat makan minyak akan menghasilkan semacam liur. Liur inilah yang dapat digunakan untuk menyerap lumpur seperti lumpur di Lapindo. Setelah lumpur terserap, daerah bekas genangan lumpur dapat ditebar benih ikan.

Teknologi ini sudah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh tim dari ITB yang bekerja sama dengan Balai Penelitian Kementrian Kelautan dan Perikanan. Bioremedial terdiri dari 100 macam bakteri dan mikroorganisme yang berbentuk seperti serbuk gergaji yang disebar untuk menyerap limbah minyak yang ada di permukaan laut. Dengan sendirinya laut yang tercemar akan bersih. Setelah menyerap ampas minyak, mikroorganisme ini bisa digunakan sebagai makanan ikan laut dan udang. Proses dari ditaburkan hingga menyerap minyak dengan sempurna memakan waktu kurang lebih 1 minggu.

Indonesia Targetkan Produsen Rumput Laut Terbesar Dunia

Jakarta, 15/4/11 (SIGAP) -Indonesia menargetkan menjadi produsen rumput laut terbesar dunia dengan produksi sekitar 10 juta ton pada 2012.

"Indonesia bertekad bisa memproduksi rumput laut hingga 10 juta ton pada 2012, sehingga menjadi produsen terbesar di dunia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat berkunjung ke Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, dahulu sebelum dirinya menjadi menteri, Filipina telah mengaku di forum internasional sebagai negara produsen rumput laut terbesar dunia, dengan produksi sekitar 2,5 juta ton per tahun mengalahkan Indonesia yang produksinya hanya rata-rata dua ton per tahun.
Namun, kata dia, akhirnya Indonesia unjuk gigi setelah berupaya mengembangkan produksi rumput lautnya hingga mencapai tiga ton pada awal 2011, dan sudah lebih tinggi sedikit dari produksi rumput laut Filipina.

"Filipina sudah mulai ketinggalan dan tidak ada apa-apanya lagi dengan produksi rumput laut kita, berkat usaha kita mengembangkan produksi rumput laut," katanya.

Menurut dia, pemerintah Indonesia bertekad pada 2011 akan mampu mencapai total produksi rumput laut hingga sekitar lima juta ton, atau lebih tinggi dua kali lipat dari produksi rumput laut Filipina, sehingga negara itu akan semakin ketinggalan karena berada di posisi dua penghasil rumput laut dunia.

Kemudian, kata dia, pada 2012 Indonesia bersiap memproduksi rumput laut hingga mencapai 10 juta ton per tahun, sehingga menjadi produsen rumput laut terbesar dunia yang tidak terkalahkan.
Fadel mengatakan selain menjadi produsen rumput laut terbesar di dunia, Indonesia juga akan menghasilkan rumput laut paling berkualitas di dunia.

"Bank dunia sudah mengakui bahwa rumput laut terbaik kualitasnya di dunia adalah rumput laut Indonesia, yakni rumput laut di Sulawesi atau tepatnya di Sulawesi Barat. Oleh karena itu, harus digenjot produksinya," katanya.

Fadel mewakili pemerintah pusat meminta agar setiap daerah di Indonesia mengoptimalkan pengembangan produksi rumput laut guna mendukung target pemerintah menjadi produsen rumput laut terbesar dan kualitasnya terbaik di dunia.

"Potensi rumput laut di Sulbar yang hanya mampu dikelola hingga sekitar 4-5 persen dari panjang pantainya sekitar 677 kilometer harus dioptimalkan agar produksinya yang hanya sekitar 100 ton per tahun dapat meningkat hingga mencapai 150 ton pada 2011," katanya.

Ia berjanji pemerintah pusat akan memberikan dukungan sarana dan prasarana pengembangan budi daya rumput laut, mulai dari pembenihan dan pembibitan, hingga pengeringannya.

"Permintaan pasar dunia terhadap rumput laut sangat tinggi, baik dari Amerika, China, dan Jerman, sehingga rumput laut harus didorong pengembangannya bagi peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat daerah ini," katanya. (Laporan wa prasetya/ant)

Sumber : www.sigapbencana-bansos.info

Varises, Imbas dari Gaya Hidup Barat

GloriaNet - Varises atau varicose veins, tampak seperti benang tebal, berwarna biru yang merayap naik sampai ke betis. Sejak kapan varises itu ada disana? Sudah cukup lama, mungkin.

Orang --terutama laki-laki-- sering tidak memperhatikan kapan varises muncul untuk pertama kalinya, karena varises itu tersembunyi di balik bulu-bulu kaki, kata David Green, M.D, spesialis kulit di Varicose Vein Center Bethesda, Maryland. Celana panjang juga membuatnya tidak langsung kelihatan.

Walau pun varises lebih lazim dialami kaum perempuan, antara 10 hingga 50 persen laki-laki dewasa dapat mengalami varises pada kaki bagian bawah mereka. Secara kosmetik, varises pada laki-laki tidak terlalu menjadi masalah dibanding pada kaum perempuan; mudah bagi laki-laki untuk menyembunyikannya. Akan tetapi secara medis, varises dapat menjadi sumber rasa tidak nyaman dan sakit bagi siapa pun yang memilikinya.

Ketika sedang bengkak, kaki bisa terasa berat sampai membuat Anda sulit melangkah. Pada malam hari, varises dapat menyebabkan kaki terasa kram atau pegal, sehingga sangat menggangu tidur Anda. Bahkan ada pula yang terasa gatal dan perih. Dan, meski pun jarang, varises dapat mengindikasikan adanya penggumpalan darah pada vena kaki yang tidak kelihatan.

Dari manakah asalnya?
Yang pertama Anda selidiki adalah gen Anda. Anda dapat mewarisi kecenderungan untuk mendapatkan varises baik dari pihak ayah mau pun ibu.

Jika Anda merokok, varises lebih mungkin merayapi kaki Anda, karena merokok mempengaruhi aliran darah dengan mengganggu pengaturan fibrin, protein penggumpalan darah.

Meski pun penambahan berat badan beberapa kilogram tidak berpengaruh langsung terhadap varises, jika kelebihan berat Anda dari yang ideal lebih dari 20 persen, peluang Anda untuk mendapatkan varises meningkat.

Sayangnya, beberapa kebiasaan hidup sehat juga dapat memperparah varicose veins. Jika Anda bangga dengan kemampuan angkat berat Anda dan rajin sekali berlatih, vena Anda bisa mekar. Begitu pula berlari-lari di atas permukaan keras dapat mempercepat kemunculan varises.

Pengaruh gaya hidup..!
Ada beberapa bukti bahwa varises juga disebabkan oleh gaya hidup Barat. Glenn Geelhoed, M.D., profesor di George Washington University Medical Center, Washington, D.C, telah menemukan bahwa varises dahulu hampir tidak dijumpai di negara-negara Dunia Ketiga.

Hal ini disebabkan pola makan mereka yang banyak mengandung bahan berserat dan orang-orangnya tidak duduk dibelakang meja sepanjang hari.

Akan tetapi kemudian ia menemukan bahwa setelah budaya Barat masuk ke negara mereka dan dengan bangga meniru gaya hidup barat termasuk makan makanan miskin serat dan duduk berjam-jam di depan televisi -- orang Dunia Ketiga juga mulai mengenal varises.

Kurang serat menyebabkan sembelit, sulit buang air besar, dan pada gilirannya mempengaruhi kesehatan vena. Feses orang dengan pola makan miskin serat lebih kecil dan lebih keras dibandingkan feses orang dengan pola makan kaya serat, kata Dr Geelhoed. Dan ketika Anda sulit buang air besar, itu memberi tekanan tambahan pada vena rektalis, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap vena pada kaki.

Sesungguhnya, dari Framingham Heart Study terkenal, yang telah mengamati kebiasaan hidup penduduk kota Massachusetts selama lebih dari 40 tahun, orang menemukan bahwa faktor risiko untuk varises sama besar dengan untuk penyakit jantung --khususnya pada orang yang kegemukan dan kurang bergerak.

Anda dapat menghindarinya
Apabila varises ada dalam riwayat Anda tetapi belum muncul pada Anda sendiri, banyak yang dapat Anda perbuat untuk menghindarinya.

Buang beberapa kilogram. Apabila Anda sangat kegemukan penurunan berat badan secara bertahap dan sehat dapat menghindarkan Anda dari varises, kata Alan Kanter, M.D., direktur medis di Vein Center of Orange Country di Irvine, California. Berat badan berlebihan memberi tekanan yang tidak perlu pada
kaki Anda.

Lengkapi diet Anda dengan serat. Usahakan diet Anda banyak mengandung serat agar tidak sembelit dan feses Anda lunak. Ini mencegah peregangan yang tidak perlu ketika sedang buang air besar, kata Dr Kanter. Serat banyak terdapat dalam buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Minum air putih sebanyak-banyaknya. Sebuah cara lain untuk melunakkan feses adalah minum air sekurangnya delapan gelas sehari, kata Dr Kanter.

Jangan merokok. Atau hentikan bila Anda telah melakukannya, kata Dr Geelhoed. Merokok meningkatkan risiko masalah pada pembuluh balik, yang pada gilirannya ikut menyebabkan varises, katanya.

Hindari beban berat. Latihan angkat berat baik untuk mengendalikan berat badan, tetapi Anda perlu melakukannya dengan benar guna menghindari kerusakan pada vena, kata Dr Kanter. Minta panduan kepada pelatih tentang pemakaian beban lebih ringan dan perulangan yang lebih banyak pasti lebih baik daripada peregangan berlebihan ketika mengangkat beban berat.

Berlari di permukaan lunak. Apabila Anda berlari, pilihlah lintasan yang permukaannya lunak, tanah, rumput atau abu, saran Dr Kanter. Berlari di permukaan keras, seperti beton, dapat merangsang pembesaran vena.

Cukup bergerak waktu bekerja. Jangan duduk sampai dua atau tiga jam ketika sedang bekerja, kata Dr Perry. Sesekali, berjalan-jalanlah barang sedikit agar peredaran darah Anda lancar. Framingham Study menemukan bahwa: Orang yang bekerja selama lima jam atau lebih dalam posisi duduk, atau berdiri, di
satu tempat lebih mungkin menderita varises. (GCM/KCM)

8 Apr 2011

Nilai Ekonomis Rumput Laut

Terdapat banyak jenis rumput laut yang terdapat di perairan Indonesia. Akan tetapi dapat dikatakan hanya sebagian saja dari jenis-jenis tersebut yang dapat dimanfaatkan atau memiliki nilai ekonomis tinggi. Pertama, rumput laut penghasil agar-agar (agarophyte), yaitu Gracilaria, Gelidium, Gelidiopsis, dan Hypnea. Agar-agar sering digunakan sebagai bahan makanan diet karena kandungan seratnya yang sangat tinggi

Kedua, rumput laut penghasil karaginan (carragenophyte), yaitu Eucheuma spinosum, Eucheuma cottonii, dan Eucheuma striatum. Karaginan tidak mempunyai nilai nutrisi dan digunakan pada makanan sebagai bahan pengental, pembuatan gel, dan emulsifikasi. Tiga tipe utama karaginan yang digunakan dalam industri makanan adalah ι-karagenan, κ-karagenan(E. cottonii), dan λ-karagenan (E. spinosum). Karaginan dapat digunakan pada makanan hingga konsentrasi 1500mg/kg.

Ketiga, rumput laut penghasil alginat, yaitu Sargasum dan Turbinaria. Sifat koloid, membentuk gel, dan hidrofilik menyebabkan senyawa alginat ini banyak digunakan sebagai emulsifier, pengental, dan stabilizer dalam industri. Sifat hidrofilik alginat dimanfaatkan untuk mengikat air dalam proses pembekuan makanan. Pada makanan yang dibekukan, polimer ini mempertahankan jaringan makanan. Selain itu, alginat dapat digunakan sebagai emulsi lemak dalam pembuatan saus dan mengenyalkan, menjaga tekstur, serta menghasilkan rasa yang enak dalam pembuatan pudding. Alginat juga dimanfaatkan dalam dunia kosmetik karena sifatnya yang dapat mengikat air dan mudah menembus jaringan. Hal ini menyebabkan polimer ini terikat sempurna pada jaringan kulit dan mempertahankan kelembaban (hidrofilik) dan elastisitas kulit.

Taksonomi Rumput Laut

Secara taksonomi, rumput laut dikelompokkan ke dalam Divisio Thallophyta. Berdasarkan kandungan pigmennya, rumput laut dikelompokkan menjadi 4 kelas (Jana-Anggadiredjo, 2006), yaitu :
1. Rhodophyceae (ganggang merah)
2. Phaeophyceae (ganggang cokelat)
3. Chlorophyceae (ganggang hijau)
4. Cyanophyceae (ganggang biru-hijau)

Sumber : Jana-Anggadiredjo, 2006. Rumput Laut. Penebar Swadaya, Jakarta.

24 Mar 2011

Perairan Indonesia Aman dari Radiasi Nuklir di Jepang

Meledaknya reaktor nuklir di Fukushima Jepang yang terjadi akibat bencana gempa dan tsunami beberapa waktu lalu dipastikan tidak akan mencemari perairan Indonesia.

Demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, usai menandatangani perjanjian kesepahaman bersama dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan hari Senin (21/3).
    
Isu yang menyatakan bahwa ikan di Indonesia tercemar radiasi nuklir asal Jepang adalah tidak benar. Seandainya perairan laut di sekitar Fukushima tercemar oleh senyawa radioaktif, jauhnya jarak antara Jepang dan Indonesia akan menyebabkan mengecilnya efek senyawa tersebut dikarekan terjadinya pengenceran terus menerus sepanjang perjalanan ribuan mil laut dari Jepang menuju Indonesia.

"Efek langsungnya terhadap laut Indonesia dipastikankan akan sangat minimal, bahkan apabila reaktor nuklir di Fukushima berada pada situasi teburuk sekalipun," tegas Fadel menjawab isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat baru-baru ini.
    
Lebih lanjut Fadel menjelaskan bahwa bencana Fukushima diperkirakan masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang terjadi di Chernobyl pada bulan April tahun 1986.

Hal tersebut menunjukan bahwa bencana Fukushima hanya menimbulkan dampak yang kecil pada ekosistem laut laut Jepang, sehingga tidak akan menyebabkan laut Indonesia maupun biota di dalamnya menjadi tercemar.

Selain itu, dengan memperhatikan pola arus permukaan global, kemungkinan pencemaran perairan yang ada di Jepang dan sekitarnya untuk terbawa ke perairan Indonesia juga relatif kecil. Bila dilihat dari arus dominan di perairan timur Jepang yang mengarah ke utara dan selatan serta konvergen akibat terjadinya tsunami yang kemudian bergerak ke arah timur menunjukan bahwa potensi untuk mengkontaminasi perairan Indonesia diperkirakan sangat kecil.

Kekhawatiran akan terjadinya migrasi ikan dari Jepang yang telah terkontaminasi radiasi nuklir juga dipastikan sangat kecil.

Hal ini dikarenakan ikan yang hidup di perairan Pasifik bagian utara berbeda populasinya dengan ikan di perairan Pasifik sebelah selatan termasuk di sekitar khatulistiwa. Sehingga Ikan-ikan yang menyebar di sekitar perairan Jepang kemungkinan kecil bermigrasi ke wilayah perairan di bawah 10 derajat Lintang Utara, apalagi sampai ke perairan Indonesia.

Kecilnya kemungkinan ikan seperti tuna bermigrasi ke perairan Indonesia juga diperkuat dengan adanya aliran arus global di perairan Pasifik yang memperlihatkan bahwa aliran arus Equatorial Counter Current di belahan utara akan berbelok ke kanan sebelum mencapai perairan Indonesia.
    
Meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya bukti bahwa ikan asal Jepang terkontaminasi senyawa radioaktif. Namun demikian, untuk meyakinkan masyarakat terhadap isu yang tidak benar ini, Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk sementara akan menghentikan masuknya komoditas kelautan dan perikanan khususnya ikan asal Jepang ke Indonesia.

Selain menghentikan impor untuk sementara, KKP juga akan bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional untuk menguji kandungan radioaktif terhadap sampel ikan hasil tangkapan di perairan Pasifik.

Melalui informasi semacam ini Fadel berharap masyarakat khusunya bagi para ibu agar tetap percaya dan terus menyediakan ikan bagi konsumsi keluarganya. Apabila dibandingkan dengan menu lainnya seperti daging, ikan secara nutrisi lebih unggul serta sesuai untuk balita hingga manula.

Ketersediaan omega 3, 6, dan 9 pada ikan memberikan beberapa manfaat seperti: tumbuh kembang bayi lebih cepat, anak balita lebih aktif dan cerdas, serta terhindar dari beberapa penyakit. Ikan juga membutuhkan hanya sedikit energi untuk memasaknya, berbeda dengan daging yang membutuhkan lebih banyak energi. Di samping itu segmen ikan juga beragam, artinya ikan dapat memenuhi berbagai kelompok masyarakat.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. (abd)

sumber : sehatnews.com

Kandungan Senyawa Anti-Malaria dalam Rumput Laut

Malaria merupakan salah satu wabah penyakit yang mudah sekali menyebar dengan perantara nyamuk Anopheles. Tercatat hingga satu juta orang per tahun meninggal akibat malaria, yang dapat disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum, dan obat-obatan baru diperlukan karena parasit ini kebal terhadap obat-obatan populer yang ada di pasaran saat ini. Dengan belum tuntasnya penanganan malaria di seluruh dunia, seorang ilmuwan Amerika Serikat memberikan harapan untuk pengobatan terhadap penyakit ini.
 
Julia Kubanek, peneliti di Georgia Tech menemukan senyawa pada rumput laut, yang diharapkan dapat membantu membuka jalan bagi dikembangkannya obat malaria.

Dalam penelitian Kubanek, rumput laut diketahui dapat memancarkan respons kimia alami untuk menangkal jamur yang akan menjajah sebuah tanaman yang terluka, sebuah proses yang bisa membantu menemukan obat anti-malaria.

Para peneliti telah menemukan kelas senyawa pertahanan dari rumput laut, yang dikenal sebagai bromophycolides, setelah meneliti 800 jenis rumput laut dari Kepulauan Fiji. Salah satu jenis rumput laut yang secara khusus menarik perhatian mereka adalah Callophycus serratus, karena sepertinya sangat mampu dalam melawan infeksi mikroba, menurut studi yang dipresentasikan di sebuah konferensi sains internasional yang digelar di Washington.

Molekul-molekul ini muncul sebagai bercak berwarna terang pada bagian-bagian tertentu dari rumput laut, dan dapat dilihat dengan bantuan teknik baru yang dikenal sebagai 'desorption electrospray ionization mass spectrometry', yang dikembangkan di Georgia Tech's School of Chemistry and Biochemistry.

Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum proses ini diterapkan sebagai obat bagi manusia, dan penelitian pada tikus akan dilakukan  sebagai langkah berikutnya.
Hanya ada beberapa obat yang tersisa yang efektif terhadap malaria di semua wilayah di dunia, sehingga dengan penelitian ini diharapkan molekul-molekul pada rumput laut ini akan terus menunjukkan janji karena mereka mengembangkannya lebih jauh sebagai obat farmasi.

19 Mar 2011

Jenis-jenis Rumput Laut

Rumput laut (seaweed) adalah tumbuhan yang banyak terdapat di dekat pesisir pantai yang berasosiasi dengan terumbu karang. Rumput laut banyak menyediakan manfaat bagi hewan maupun manusia sebagai bahan pangan, kosmetik, obat-obatan, atau sumber energi alternatif. Tumbuhan yang juga disebut alga ini memiliki 3 genus  dan ratusan spesies yaitu :

17 Mar 2011

Tanah Papua Yang Kaya akan Potensi Rumput Lautnya

Rumput laut memiliki 27 marga. Apabila komoditas tersebut diolah lebih lanjut, ia dapat menghasilkan kurang lebih 500 jenis produk komersial. Mulai dari agar-agar, pakan ternak, makanan, obat-obatan, kosmetik, pasta gigi, sampo, kertas, tekstil, hingga minyak pelumas pada pengeboran sumur minyak.

Pemanfaatan rumput laut di Indonesia telah dimulai tahun 1920, tetapi penggunaannya masih terbatas pada obat-obatan dan makanan dengan cara pengolahan yang tradisional. Salah satu khasiat adalah antitumor, menurunkan tekanan darah, dan mengatasi gangguan kelenjar. Itu sebabnya, sebagian kalangan mengklaim rumput laut sebagai “tanaman dewa”.

Seiring dengan kehadiran Departemen Kelautan dan Perikanan, potensi besar rumput laut pun digali dan dikembangkan. Selain mendorong pembudidayaan, instansi ini juga makin giat menggalang penelitian dan pengkajian, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, perawatan, produksi, pemasaran, dan pengolahan produk. Termasuk tentang tata cara pemanfaatan, penyuluhan, penggalangan dana bagi petani, dan penjaringan investasi.
Tahun 2003, usaha pembudidayaan rumput laut dilakukan melalui intensifikasi pada areal seluas 17.416 hektar yang tersebar di 18 provinsi. Ketika itu didistribusikan benih atau bibit rumput laut sebanyak 209 ton.

Hingga kini baru sebanyak 20.572 perusahaan skala menengah berinvestasi pada budidaya rumput laut dengan total investasi Rp5,143 triliun. Perusahaan itu paling banyak beroperasi di Papua 9.2940 unit atau Rp 2,323 triliun, Maluku 3.826 unit atau Rp 956,481 miliar, Sulawesi Tengah 1.969 unit atau Rp 492,130 miliar, dan yang paling
sedikit di NTT 19 unit atau Rp 4,630 miliar.

Untuk investasi skala besar, sebanyak 617 perusahaan yang melakukan investasi pada rumput laut dengan total investasi Rp 1,974 triliun. Investasi ini terbanyak di Papua, yakni 279 unit perusahaan senilai Rp 892,267 miliar. Disusul Maluku 115 perusahaan atau Rp 367,289 miliar. Sulawesi Tengah 59 perusahaan atau Rp 188,978 miliar, Nanggroe Aceh Darussalam 58 perusahaan dengan nilai investasi Rp 185,067 miliar. Investasi terkecil terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hanya satu perusahaan dengan nilai investasi Rp 1,778 miliar.

Tanah Papua yang kaya akan potensi rumput lautnya, ternyata sangat diminati masyarakat mancanegara karena rumput laut asal negeri Cenderawasih itu dinilai masih murni dari berbagai pencemaran bahan kimia. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Ir Astiler Maharadja yang kepada ANTARA News di Jayapura, Rabu membenarkan telah menerima permintaan masyarakat mancanegara melalui surat yang dikirim organisasi profesi bidang perekonomian maupun media cetak dan elektronik serta email tentang keinginan membeli rumput laut produksi nelayan di Provinsi Papua.

Negara-negara yang telah menawarkan niatnya membeli rumput laut asal Papua yaitu Jepang, China, Korea, Hongkong, Taiwan, Philipina dan sejumlah negara di Eropa maupun Amerika. Para konsumen asal Asia, Eropa dan Amerika itu mengetahui kalau kualitas rumput laut dari Papua cukup tinggi dan belum dicemari bahan kimia. Sebab, manfaat rumput laut itu untuk agar-agar (bahan makanan), kosmetik, kapsul obat-obatan bagi kesehatan manusia bahkan rumput laut jenis merah dapat dikelola menjadi bahan baku kertas.

Rumput laut jenis merah itu telah dikembangkan di berbagai daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Peluang yang sama akan dikembangkan di Provinsi Papua. Asitler merespons peminat rumput laut asal Papua dan hal itu telah disampaikan pimpinan organisasi profesi perekonomian termasuk pimpinan Kamar Dagang dan Industri daerah (Kadinda) Provinsi Papua agar menangkap peluang pasar ini karena manfaatnya sangat besar demi pengembangan perekonomian dalam negeri khususnya di Provinsi Papua.

Apalagi perairan laut di provinsi ini masih murni dan belum tercemar berbagai bahan kimia. Peluang ini perlu diantisipasi para pelaku ekonomi sekaligus mendorong partisipasi para nelayan dan petani di pesisir pantai membudidayakan rumput laut termasuk rumput laut jenis merah yang telah dikembangkan masyarakat di NTB itu.
Ir.Asitiler mengatakan, pihaknya telah memperjuangkan ke Departemen Keluatan dan Perikanan (DKP) di Jakarta dalam tahun anggaran 2007 melalui APBN mengalokasikan dana sebesar Rp5,3 milyar untuk budidaya rumput laut dan pengembangan keramba ikan jenis Nila.

Dana sebesar Rp 5,3 milyar bantuan APBN DKP itu dengan rincian pengembangan rumput laut di Nabire sebesar Rp 1,5 milyar, budidaya rumput laut laut dan ikan Nila di Kota Jayapura sebesar Rp 1,3 milyar. Pengembangan budidaya ikan nila di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura sebesar Rp 300 juta, budidaya rumput laut di Kabupaten
Biak Numfor Rp 350 juta dan Kabupaten Supiori dengan budidaya rumput laut sebesar Rp 1,3 milyar.

Selain itu, budidaya rumput laut di Kampung Angkaisera, Pulau Meosnum, Pulau Mesopundi, Pulau-Pulau Ambai dan Kampung Kabuena di Kabupaten Yapen memperoleh dana pengembangan sebesar Rp 500 juta.

sumber : bisnisukm.com